Batuk Tahunan
Sejak 16 Juli 2011, saat pemuda-pemudi di banjar saya mengadakan kegiatan membuka Warung Mini, saya batuk-batuk. Awalnya batuk jarang-jarang, lama kelamaan semakin keras. Saya setiap tahunnya pasti menderita batuk yang durasinya sepanjang 1 sampai 3 bulan. Dulu kalau batuk saya obati dengan berbagai macam cara, namun batuk itu tidak sembuh. Malah semakin parah. Sekitar tahun lalu, saya tidak obati batuk itu, akhirnya dia sembuh sendiri, selama 3 bulan sih. Tahun ini saya ingin menguji coba untuk tidak mengobati batuk saya. Tapi pacar saya, Pizank, marah jika tidak saya obati.
Obat-obatan yang dulu pernah saya coba, yang tidak bisa menyembuhkan batuk saya dieliminasi. Seperti V*cks 44, Ikadr*l, Kom*x, dan masih banyak lagi. Pizank kemudian membelikan saya Act*fed yang dia pikir harganya 10ribu tapi ternyata 30ribu. Dia bilang “awas ga mau minum obat ini, mahal ni tau, pokoknya harus minum sampai habis”, yayaya dengan dalih mahal dia mendesak saya minum obat. Saya rajin minum sirup, yang untungnya itu manis, tidak sepanas OBH Comb*. Hhehehe.
Sehari, tiga hari, hingga sekian hari, obat itu mulai habis. Saat tersisa satu sendok takaran, batuk saya masih saja betah menemani saya. Saya bilang sama Pizank “obat mahal ini ternyata ga sanggup juga melawan si batuk”. Dan Pizank bilang “siapa tau teguk terakhir bisa nyembuhin”. Yaelah masa sih? Saya minum juga teguk terakhir sirup itu. Esok harinya, saya masih batuk. Saya biarkan saja. Saya tidak mau beli obat lagi, karena menurut saya batuk ini akan sembuh dengan sendirinya. Okey, Pizank menantang saya sampai tanggal 30 Juli sebelum hari ulang tahun saya. Jika tidak sembuh, dia akan membawa saya ke dokter THT. Tidaaaaaakkk..
Tibalah tanggal 30 Juli 2011. Batuk saya tidak kunjung sembuh. Suara saya makin parau dan hampir habis. Padahal pas ulang tahun saya sangat ingin makan es krim. Pizank membawa saya ke dokter THT. Di dokter, saya disuruh duduk di kursi yang bisa berputar. Saya disuruh buka mulut, mulut saya disenter, kemudian hidung saya dikutak-kutik (untung ga ada up*lnya, hhe), saya diputar ke kanan pake kursi, giliran telinga saya ditengokin. Dengan bodoh saya ikut-ikut sajalah. Setelah itu, saya ditanya “sering begadang ya?”, iya jelaslah, saya hobinya begadang nonton ovj, sampe tukul, tarung dangdut, bioskop tv, semuanya. Terus, kata dokter, jangan begadang dulu biar sembuh, jangan minum dingin, dan diberikan resep. Dalam hati, “beh ini uang lagi”. Tapi tidak apalah, siapa tau memang dokter adalah lawan terbaik batuk ini.
Seratus lima puluh ribu, termasuk obat. Waw! Ternyata kesehatan memang benar-benar mahal. Sangat mahal. Ya sudah. Ada 1 kapsul, 1 tablet, dan 1 sendok sirup yang harus saya teguk tiap hari bukan hanya sekali. Suara saya yang serak-serak mirip DePe (Dewi Perssik) sebenarnya tidak tega saya lepaskan. Tapi kalau sakit begini ya saya tidak kuat juga.
Saya minum obatnya berhari-hari, melewati ulang tahun dalam keadaan batuk dan serak, tapi tetap senang karena ada Pizank di dekat saya. Hhehehe. Sampai tanggal 7 Agustus 2011, saya masih batuk, tapi obat saya sudah habis. Sirupnya sih masih, tapi saya sering lupa karena yang tablet dan kapsul sudah habis. Hari-hari berikutnya, batuk saya berangsur berkurang. Sampai hari ini, saya masih batuk, tapi tidak parah. Palingan hanya “ehm uhuk uhuk” begitu saja sesekali dalam 1 atau 2 jam. Tidak menyiksa lah. Semoga hari-hari esok ini batuk saya hilang sepenuhnya. Atau, tiap tahun saya tetap batuk, dan pergi ke dokter yang sama, dengan obat yang sama, dengan harga yang semakin mahal? Owh tidak..
Ulang Tahun 22
Double two. Dua puluh Dua. Saya udah dewasa, seharusnya. Tapi, saya masih merasa belum. Terima kasih atas anugerah Tuhan, terima kasih atas segalanya, baik atau buruk, semuanya saya syukuri. Senang senang senang.
Ulang tahun ngapain?
Malam ulang tahun sepulang dari dokter, saya makan di Warung Mina dengan Pizank. Makan ikan gurami goreng tepung, spaghetti, dan beberapa camilan. Setelah makan, saya diajak ke rumah Pizank, ternyata di rumahnya ada bunga untuk saya, ada kue juga. Tengah malam, di rumah saya, sempet berantem sebentar. Haduuuh, nyebelin sekali berantem di saat seperti itu. Setelah berantem ya tiup lilin, makan kue, buka hadiah dari Pizank.
Esok harinya, saya ke Pantai Padanggalak, Sanur. Di sana ada lomba layangan, orang-orang di banjar saya ada yang mengirim layangan. Yah iseng aja ke sana untuk meramaikan dan memeriahkan. Layangannya besar-besar. Gamelannya ramai sekali. Saya bertemu banyak teman di sana. Pokoknya hari itu walaupun panas, pengap, ramai, tapi saya senang bertemu banyak orang di pinggir pantai dalam event lomba layangan di hari ulang tahun saya. Seolah-olah semua sedang merayakan ulang tahun saya.
Sepulang dari nonton lomba, saya pergi dinner sama Pizank di Pizza Hut Sanur. Wah tempatnya di sana mewah. Saya sama Pizank makannya ngamuk. Kesan romantisnya jadi berkurang karena kita makannya banyak. Hhahaha. Dari Pizza, saya sama Pizank ke Mal Bali Galeria. Jalan-jalan, lihat-lihat, pokoknya menghilangkan penat. Setelah itu, pulang dan tidur.
Yang penting hari ulang tahun sudah saya lewati dengan senang. Selamat ulang tahun Mirah. Walaupun telat postingnya. Hhehehe. Tulisan yang kurang penting sih, hanya untuk mencatat hari-hari berkesan yang saya lewati















