Batuk Tahunan di Hari Ulang Tahun

Posted: Agustus 19, 2011 in Ngobrol

Batuk Tahunan

Sejak 16 Juli 2011, saat pemuda-pemudi di banjar saya mengadakan kegiatan membuka Warung Mini, saya batuk-batuk. Awalnya batuk jarang-jarang, lama kelamaan semakin keras. Saya setiap tahunnya pasti menderita batuk yang durasinya sepanjang 1 sampai 3 bulan. Dulu kalau batuk saya obati dengan berbagai macam cara, namun batuk itu tidak sembuh. Malah semakin parah. Sekitar tahun lalu, saya tidak obati batuk itu, akhirnya dia sembuh sendiri, selama 3 bulan sih. Tahun ini saya ingin menguji coba untuk tidak mengobati batuk saya. Tapi pacar saya, Pizank, marah jika tidak saya obati.

Obat-obatan yang dulu pernah saya coba, yang tidak bisa menyembuhkan batuk saya dieliminasi. Seperti V*cks 44, Ikadr*l, Kom*x, dan masih banyak lagi. Pizank kemudian membelikan saya Act*fed yang dia pikir harganya 10ribu tapi ternyata 30ribu. Dia bilang “awas ga mau minum obat ini, mahal ni tau, pokoknya harus minum sampai habis”, yayaya dengan dalih mahal dia mendesak saya minum obat. Saya rajin minum sirup, yang untungnya itu manis, tidak sepanas OBH Comb*. Hhehehe.

Sehari, tiga hari, hingga sekian hari, obat itu mulai habis. Saat tersisa satu sendok takaran, batuk saya masih saja betah menemani saya. Saya bilang sama Pizank “obat mahal ini ternyata ga sanggup juga melawan si batuk”. Dan Pizank bilang “siapa tau teguk terakhir bisa nyembuhin”. Yaelah masa sih? Saya minum juga teguk terakhir sirup itu. Esok harinya, saya masih batuk. Saya biarkan saja. Saya tidak mau beli obat lagi, karena menurut saya batuk ini akan sembuh dengan sendirinya. Okey, Pizank menantang saya sampai tanggal 30 Juli sebelum hari ulang tahun saya. Jika tidak sembuh, dia akan membawa saya ke dokter THT. Tidaaaaaakkk..

Tibalah tanggal 30 Juli 2011. Batuk saya tidak kunjung sembuh. Suara saya makin parau dan hampir habis. Padahal pas ulang tahun saya sangat ingin makan es krim. Pizank membawa saya ke dokter THT. Di dokter, saya disuruh duduk di kursi yang bisa berputar. Saya disuruh buka mulut, mulut saya disenter, kemudian hidung saya dikutak-kutik (untung ga ada up*lnya, hhe), saya diputar ke kanan pake kursi, giliran telinga saya ditengokin. Dengan bodoh saya ikut-ikut sajalah. Setelah itu, saya ditanya “sering begadang ya?”, iya jelaslah, saya hobinya begadang nonton ovj, sampe tukul, tarung dangdut, bioskop tv, semuanya. Terus, kata dokter, jangan begadang dulu biar sembuh, jangan minum dingin, dan diberikan resep. Dalam hati, “beh ini uang lagi”. Tapi tidak apalah, siapa tau memang dokter adalah lawan terbaik batuk ini.

Seratus lima puluh ribu, termasuk obat. Waw! Ternyata kesehatan memang benar-benar mahal. Sangat mahal. Ya sudah. Ada 1 kapsul, 1 tablet, dan 1 sendok sirup yang harus saya teguk tiap hari bukan hanya sekali. Suara saya yang serak-serak mirip DePe (Dewi Perssik) sebenarnya tidak tega saya lepaskan. Tapi kalau sakit begini ya saya tidak kuat juga.

Saya minum obatnya berhari-hari, melewati ulang tahun dalam keadaan batuk dan serak, tapi tetap senang karena ada Pizank di dekat saya. Hhehehe. Sampai tanggal 7 Agustus 2011, saya masih batuk, tapi obat saya sudah habis. Sirupnya sih masih, tapi saya sering lupa karena yang tablet dan kapsul sudah habis. Hari-hari berikutnya, batuk saya berangsur berkurang. Sampai hari ini, saya masih batuk, tapi tidak parah. Palingan hanya “ehm uhuk uhuk” begitu saja sesekali dalam 1 atau 2 jam. Tidak menyiksa lah. Semoga hari-hari esok ini batuk saya hilang sepenuhnya. Atau, tiap tahun saya tetap batuk, dan pergi ke dokter yang sama, dengan obat yang sama, dengan harga yang semakin mahal? Owh tidak..

Ulang Tahun 22

Double two. Dua puluh Dua. Saya udah dewasa, seharusnya. Tapi, saya masih merasa belum. Terima kasih atas anugerah Tuhan, terima kasih atas segalanya, baik atau buruk, semuanya saya syukuri. Senang senang senang.

Ulang tahun ngapain?

Malam ulang tahun sepulang dari dokter, saya makan di Warung Mina dengan Pizank. Makan ikan gurami goreng tepung, spaghetti, dan beberapa camilan. Setelah makan, saya diajak ke rumah Pizank, ternyata di rumahnya ada bunga untuk saya, ada kue juga. Tengah malam, di rumah saya, sempet berantem sebentar. Haduuuh, nyebelin sekali berantem di saat seperti itu. Setelah berantem ya tiup lilin, makan kue, buka hadiah dari Pizank.

kue

kue

Esok harinya, saya ke Pantai Padanggalak, Sanur. Di sana ada lomba layangan, orang-orang di banjar saya ada yang mengirim layangan. Yah iseng aja ke sana untuk meramaikan dan memeriahkan. Layangannya besar-besar. Gamelannya ramai sekali. Saya bertemu banyak teman di sana. Pokoknya hari itu walaupun panas, pengap, ramai, tapi saya senang bertemu banyak orang di pinggir pantai dalam event lomba layangan di hari ulang tahun saya. Seolah-olah semua sedang merayakan ulang tahun saya.

layangan

layangan

Sepulang dari nonton lomba, saya pergi dinner sama Pizank di Pizza Hut Sanur. Wah tempatnya di sana mewah. Saya sama Pizank makannya ngamuk. Kesan romantisnya jadi berkurang karena kita makannya banyak. Hhahaha. Dari Pizza, saya sama Pizank ke Mal Bali Galeria. Jalan-jalan, lihat-lihat, pokoknya menghilangkan penat. Setelah itu, pulang dan tidur.

Yang penting hari ulang tahun sudah saya lewati dengan senang. Selamat ulang tahun Mirah. Walaupun telat postingnya. Hhehehe. Tulisan yang kurang penting sih, hanya untuk mencatat hari-hari berkesan yang saya lewati :)

Mei – Juni – Juli ??

Posted: Juli 28, 2011 in Apa Kaden

Mei 2011

Akhir Mei kan ulang tahun pacar saya. Jadi saya sibuk mempersiapkan itu. Saya ga punya banyak uang. Jadi saya ga bisa ngasi sesuatu yang mahal. Yang saya siapin adalah kue ultah. Maunya biar murah, saya kasi cupcakes.

cupcakes

cupcakes untuk dia

Ternyata cupcakesnya mahal juga. Tapi ya sudahlah. Yang penting lain daripada yang lain. Terus, di hari ulang tahunnya saya ama dia, si Pizank, jalan-jalan. Seperti biasalah. Yang penting (lagi) dia seneng.

Juni 2011

Masa-masa membosankan. Saya disibukkan dengan menonton serial Korea yang berjudul Pasta in Love. Ceritanya kisah seorang asisten dapur yang ingin menjadi chef wanita. Kemudian dia bertemu dengan seorang chef yang galak tapi sebenarnya hatinya baik. Banyak kisah yang mereka alami sehingga mereka menjadi pasangan kekasih. Dan ceritanya bla bla bla.

Ikan Mas dan Chef

Ikan Mas dan Chef

Dan Juli 2011

Bulan ini kan ada hari raya Galungan dan Kuningan, selain sibuk menyiapkan hari raya, saya juga sibuk di acara muda mudi di banjar. Kami buka warung mini. Seperti membuat bazzar, hanya saja lebih mini. Lumayan lah keuntungannya untuk dibagi-bagi. Dan tibalah hari ini. Saya membuka blog, daaaaaannnnn.. Saya melihat ada beberapa komentar baru, dan kaget dengan statistik blog yang tidak mengecewakan. Ternyata vakum juga ada yang membaca blog saya. Hhehehe. Terima kasih ya pembaca :)

Bosen!

Posted: Mei 24, 2011 in Ngobrol

Haaah.. Hari-hari yang sangat-sangat membosankan. Hari yang biasa-biasa saja. Banyak hal yang saya bosan-kan.

  • Baca Komik

Padahal hobi banget baca komik. Biasanya komik yang saya cuma punya 15an itu saya baca bolak balik, sebagai bekal di saat saya bosan menunggu. Tapi sekarang, komik online pun saya kurang tertarik gitu bacanya. Yah baca sekarang cuma buat tau perkembangan aja.

  • Online Social Network

Update status terasa sudah tidak jaman lagi. Dulu-dulu kalau update status, apalagi di FB, pasti rame banget dah komen-komennannya. Status temen-temen juga biasanya asik, seru-seru, jadi makin seru kalau komen-komenan. Sekarang temen-temen juga sudah malas update status. Entah kenapa. Sekarang online cuma buat liat-liat aja. Notification sekarang udah jarang ada di akun saya. Mungkin cuma saya aja.

  • Blogging

Dibilang nggak ada ide, nggak juga. Dibilang nggak ada waktu, ada kok. Dibilang males, nah ini alasan tepat, sangat tepat. Twitter mungkin jadi tameng dalam hal ini. Baca berita, nulis sesuatu, dan komentar sesuatu di Twitter asik juga. Ini yang mungkin mengalihkan perhatian saya dari blog wordpress.

  • Kuliah

Hampir semua temen bilang bosen kuliah. Biasanya dari SMP sampai SMA, tahun ketiga udah persiapan mau lulus. Kalau kuliah, tahun ketiga masih leha-leha. Masih belum beres inilah itulah. Ngurus inilah itulah. Ribet. Apalagi saya yang kena kasus. Susah banget dah. Mau lulus taun depan jadi ga bisa, kayaknya. Maunya sih memelas sama yang berwenang di kampus, biar dikasi lulus samaan sama yang seangkatan.

  • Kere

Siapa sih yang ga bosen ga punya uang?? Saya bosen banget jadi anak kuliahan yang ga bisa kerja. Mau kerja, kuliahnya takutnya ketinggalan dan ga konsen. Mau ga kerja, ga punya duit. Akhirnya saya putuskan untuk berjualan pulsa. Sambil tidur pun pelanggan yang membutuhkan pasti datang. Lumayanlah hasilnya.

TAPI..

Iseng-iseng tumben buka admin blog, ternyata pengunjung hari ini 61, meningkat 3x lipat dari sebelumnya. Maklum ini blog kan sepi pengunjung. Kalau diibaratkan sebuah warung makan, mungkin blog ini udah gulung tikar. Terus, pengunjung yang lumayan meningkat itu membuat saya semangat lagi. Apalagi baca komentarnya, jadi merasa ada yang memperhatikan blog ini di saat pemiliknya sedang hibernasi.

Semoga hari-hari berikutnya makin semangat dan tidak MEMBOSANKAN..

Cepet banget ya Conan 60 terbit setelah beredarnya Conan sebelumnya. Biasanya jarak antara komik Conan yang satu dengan yang berikutnya hingga tiga bulanan di Denpasar. Biasanya saya bisa menabung dulu, tapi untuk saat ini, saya minta dibelikan oleh pacar. Hhehehe.

Sedikit kilas balik dari cerita di akhir Conan 59. Ran Mouri dan Sonoko Suzuki merayakan kembalinya Eisuke Hondo di sekolah dengan berkaraoke, Conan Edogawa juga ikut di sana. Di karaoke box itu kemudian ditemukan mayat. Conan sadar, orang yang mati itu sudah sejak tadi mengikuti mereka berempat. Conan berpikir apakah itu adalah agen FBI yang melindungi Eisuke atau bukan. Selain itu, Eisuke yang pergi lama ke toilet, berwajah pucat saat kembali ke karaoke box. Conan curiga pada Eisuke, apakah wajah pucatnya itu ada hubungannya dengan laki-laki yang mati di karaoke box. Jika tidak, siapa yang melakukan kejahatan tersebut? Simak jawabannya di Conan 60. Baca entri selengkapnya »

57, 58, 59

57, 58, 59

Ringkasan Conan Edisi 56 telah saya bagikan pada tulisan sebelumnya, yang agak lama, disini. Mohon maaf penulisan ‘detektive’ yang sebelumnya, sekarang saya ubah menjadi ‘detektif’ agar sesuai dengan komik aslinya. Saya tidak sempat menceritakan kisah Conan 57, hingga sampai saya telah membaca hingga Conan 58 dan Conan 59. Jadi sekarang saya ceritakan secara serempak. Tidak apa-apa yaa :)
Baca entri selengkapnya »

Duh.. Kali ini malam mingguan sendirian. Bukan hanya tidak ditemani pacar, tapi juga tidak ditemani siapa pun. Rumah sepi. Kakak kedua dan kakak ipar beserta si kecilnya pergi jalan-jalan. Ga enak kan kalo ikutan, takutnya mengganggu dan tidak betah. Ajik dan eme pergi ke pura. Pembantu pergi jalan-jalan juga. Saya kalah deh.

Sedari jam 5 sore, waktu-waktu saya sudah sangat membosankan. Kerjaannya cuma online aja. Jam 7 perut mulai demo. Masuk ke dapur dan melihat hanya ada makanan yang sepertinya dari pagi telah mejeng di meja makan. Miimiiiih.. Buka kulkas, ada telur, tomat setengah, keju, kol, cabe dan canang. Ooops, canang ga ada hubungannya. Oke, mulai terpikirkan untuk mengasah kembali ilmu masak memasak yang saya pelajari dari Farah Quinn. Baca entri selengkapnya »

Sudah lama saya tidak menulis tentang pemrograman Borland C++. Saya coba membuka kembali folder-folder lama saya, tentang kuliah saya sewaktu semester 1. Ini adalah sebuah tugas yang diberikan oleh dosen saya waktu itu.

Tugasnya: buatlah program yang inputnya harga baju, jumlah, diskon. Dan outputnya adalah total harga baju.

Jawabannya:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan hasilnya ketika di running: Baca entri selengkapnya »